Kamis, 10 Desember 2015
Rabu, 09 Desember 2015
[TEMANGGUNG] Tembakau srintil yang merupakan tembakau terbaik di
Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada masa panen 2015 laku Rp750.000
per kilogram.
Kepala Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, Nur Ahsan, di Temanggung, Senin (26/10), mengatakan tembakau grade F dan G tersebut muncul pada akhir Oktober 2015 di daerah Losari, Tlilir, dan Lamuk, Kecamatan Tlogomulyo.
Tembakau srintil dengan warna hitam keemasan memiliki aroma harum dan pekat, selama ini menjadi primadona masyarakat di kawasan lereng Gunung Sumbing dan Sindoro.
Petani tembakau Desa Losari, Warno, mengatakan tembakau srintil muncul pada akhir panen, yakni tiga atau empat daun paling atas dan tidak semua tembakau bisa menjadi tembakau srintil.
"Hanya di daerah tertentu yang bisa menghasilkan tembakau srintil," katanya.
Ia menuturkan harga tembakau srintil jauh di atas harga tembakau biasa yang pada awal panen 2015 dengan harga Rp40.000 per kilogram.
Ia menuturkan harga tembakau dari Losari memang tinggi karena kualitasnya bagus didukung cuaca dengan kemarau panjang sehingga kadar tar dan nikotin tinggi yang menghasilkan tembakau srintil.
Petani tembakau asal Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Wuwuh, mengatakan saat ini kualitas tembakau beragam, begitu pula dengan harga tidak merata. Harga di satu petani tidak bisa dijadikan patokan petani lain.
Bupati Temanggung Bambang Sukarno mengimbau petani yang masih mempunyai stok tembakau rajangan dengan kualitas bagus agar jangan mencampur dengan tembakau luar Temanggung karena dapat menurunkan kualitas, dan akibatnya pabrikan enggan membeli.
Ia berharap pabrikan tetap membeli tembakau Temanggung pada akhir panen ini, karena masih ada tembakau petani yang belum terbeli. [Ant/L-8]
Kepala Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, Nur Ahsan, di Temanggung, Senin (26/10), mengatakan tembakau grade F dan G tersebut muncul pada akhir Oktober 2015 di daerah Losari, Tlilir, dan Lamuk, Kecamatan Tlogomulyo.
Tembakau srintil dengan warna hitam keemasan memiliki aroma harum dan pekat, selama ini menjadi primadona masyarakat di kawasan lereng Gunung Sumbing dan Sindoro.
Petani tembakau Desa Losari, Warno, mengatakan tembakau srintil muncul pada akhir panen, yakni tiga atau empat daun paling atas dan tidak semua tembakau bisa menjadi tembakau srintil.
"Hanya di daerah tertentu yang bisa menghasilkan tembakau srintil," katanya.
Ia menuturkan harga tembakau srintil jauh di atas harga tembakau biasa yang pada awal panen 2015 dengan harga Rp40.000 per kilogram.
Ia menuturkan harga tembakau dari Losari memang tinggi karena kualitasnya bagus didukung cuaca dengan kemarau panjang sehingga kadar tar dan nikotin tinggi yang menghasilkan tembakau srintil.
Petani tembakau asal Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Wuwuh, mengatakan saat ini kualitas tembakau beragam, begitu pula dengan harga tidak merata. Harga di satu petani tidak bisa dijadikan patokan petani lain.
Bupati Temanggung Bambang Sukarno mengimbau petani yang masih mempunyai stok tembakau rajangan dengan kualitas bagus agar jangan mencampur dengan tembakau luar Temanggung karena dapat menurunkan kualitas, dan akibatnya pabrikan enggan membeli.
Ia berharap pabrikan tetap membeli tembakau Temanggung pada akhir panen ini, karena masih ada tembakau petani yang belum terbeli. [Ant/L-8]
Selasa, 08 Desember 2015
Pada tanggal 31 desember 2014, saya pergi ke rumah nenek saya untuk merayakan tahun baru. Saat hari malam, kami mengadakan acara pesta ayam bakar, di sana kami memanggang ayam,ikan, jagung, dan bakso. Pada saat jam 12, kami segera keluar rumah bermain kembang api dan kami juga menyaksikan kembang api yang terbang di langit tanpa henti. Pada jam 1 dini hari, saya pun kembali ke dalam rumah, dan tidur di rumah nenek saya. Saya tinggal di rumah nenek saya selama 3 hari, dan setelah itu saya kembali lagi ke rumah. Di rumah saya melakukan aktivitas seperti biasa, yaitu seperti menonton tv,makan cemilan,etc., sampai pada akhirnya saya masuk sekolah kembali pada tanggal 6 januari 2014.
Liburan akhir tahun yang lalu sungguh menyenangkan walau terkadang membosankan.
Langganan:
Komentar (Atom)












